|
(Jawa Timur) Bupati Malang Rendra Kresna optimistis pabrik gula (PG) baru milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dengan investasi senilai Rp 1,5 triliun di Kab. Malang akan dapat dimulai pembangunnya pada 2012.
"Laporan secara resmi dari perwakilan dari RNI dan Dinas Pertanian dan Perkebunan memang belum ada. Tapi secara informal mereka telah menyampaikan bahwa PG baru tersebut bakal mulai dibangun 2012," kata Rendra Kresna.
Rencananya, PG baru tersebut beroperasi dengan kapasitas 11.000 ton tebu per hari (TTB). Dengan kapasitas giling sebesar itu, maka bahan bakunya diperkirakan tidak akan kesulitan. Bisa dipenuhi dari Kab. Malang sendiri.
Tebu asal Kab. Malang sebenarnya banyak yang keluar dari daerah tersebut. Penyebabnya, karena PG-PG yang ada di Kab. Malang, yakni PG Krebet Baru dan PG Kebun Agung, tidak lagi mampu menggiling tebu milik petani.
Bahkan masa giling dua PG tersebut, telah melebihi ketentuan. Idealnya, masa giling tebu di PG maksimum selama 174 hari, namun praktiknya selalu diatas angka tersebut. Biasanya mencapai 210 hari.
Dengan masa giling yang terlalu panjang, kata dia, maka sulit diharapkan rendemen tebu dari petani akan tinggi. Hampir dipastikan rendemennya akan rendah.
"Dengan kondisi seperti itu pun, masih banyak tebu-tebu milik petani yang tidak tergiling oleh PG."
Selain itu, Bupati menegaskan, PG baru nantinya bisa memanfaatkan lahan-lahan tadah hujan yang banyak di Kab. Malang. Lahan-lahan tersebut cocok ditanami tebu karena tidak terlalu membutuhkan air, seperti layaknya tanaman padi.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|