|
(Sumatra Barat) Proyek pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat masih membutuhkan dana Rp 132,1 miliar.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan jumlah dana yang sudah terserap untuk pembangunan proyek pelabuhan laut itu mencapai Rp 25,9 miliar.
"Secara keseluruhan dana akan diserap pembangunan Pelabauhan Laut Teluk Tapang Rp 158 miliar berdasarkan DED 2008 (Detail Engeenering Desaign 2008 dari Bappenas). Kita butuh dukungan Bappenas untuk mendorong pangalokasian dana yang tersisa itu," katanya.
Gubernur menjelaskan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang telah memasuki tahap ke-3 dengan rincian tahap pembangunan I pada 2008 (APBN dan APBN-P), tahap II pada 2009 (APBN dan Stimulus), tahap III pada 2010 (APBN).
Irwan mengatakan, pemerintah provinsi menjadikan prioritas pengembangan insfrastruktur pelabuhan laut, guna meningkatkan fasilitas pelayanan pelabuhan.
"Upaya untuk pengembangan pelabuhan laut sudah dimulai tahap pembangunan, seperti pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat, tapi pelaksanaannya butuh dana besar dan provinsi terbatas anggaran," jelasnya.
Pelabuhan laut Teluk Tapang di Pasaman Barat mendesak percepatan penyelesaian pembangunannya, guna mengantisipasi produksi minyak mentah kelapa sawit atau CPO (crude palm oil).
Pasaman Barat adalah daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Sumbar dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mencapai 136.940 hektare. Sekitar 56% produk CPO Sumbar berasal dari Kabupaten Pasaman Barat.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|