|
Perancis berminat investasi pada energi panas bumi atau geothermal senilai dua miliar dolar AS, sebagai bagian dari rencana pembangunan infrastruktur energi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.
"Mereka sangat mendorong untuk masuk ke geothermal. Itu harus kita dorong disamping banyak hal lain yang komitmen untuk investasi di perdagangan dan sebagainya," ujar Hatta.
Ia menjelaskan, Perancis juga berminat untuk melakukan investasi di Indonesia, karena Indonesia merupakan negara berkembang yang sangat potensial dalam beberapa dekade kedepan.
Perancis juga ingin melakukan pembangunan rel kereta api serta investasi lain hingga 10 miliar dolar AS pada empat-lima tahun mendatang.
"Begitu banyak delegasi mereka yang dibawa untuk kembangkan investasi di Indonesia tidak hanya meneruskan (investasi) yang sudah ada tapi juga investasi yang lain. Selain yang bersifat 'government to government', yang juga menjadi perhatian dari Indonesia dan Perancis untuk dikembangkan (investasi) dalam hal yang bersifat 'high tech'," papar Hatta.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menambahkan, Perancis akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu sebelum mengembangkan energi panas bumi di Indonesia.
"Mereka sudah memberi lampu hijau, mudah-mudahan dalam tahun ini. Saya mungkin harus ke Prancis dalam waktu dekat untuk membicarakan lebih lanjut. Mereka ingin melakukan studi kelayakan dulu, dan yang potensial geothermal di Sumatera, Jawa dan Bali," ujarnya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|