LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Info tender
  251 Tender proyek
Land transportation
  KAI butuh dana Rp 13,5 Triliun
Agriculture
  KI Sei Mangkei tersandera status lahan
Land transportation
  Tender MRT Lebak Bulus-Bundaran HI masuki tahap finalisasi
Infrastructure
  Korsel bantu proyek waduk Karian US$ 100 Juta
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Wed, 08/06/2011
Podomoro bidik penjualan Rp 3 T
Properti

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menargetkan Penjualan tahun ini senilai Rp 3 triliun atau meningkat sekitar 25% dibandingkan pencapaian 2010 Rp 2,4 triliun.      

Hingga April 2011,  penjualan perseroan mencapai Rp 1,5 triliun.  "Target penjualan sebesar Rp 3 triliun itu diyakini akan tercapai didukung dari apartemen,  perkantoran,  dan proyek perseroan lainnya," ujar Direktur Keuangan APLN Cesar MD Cruz.    Presiden dan Chief Executive Officer APLN Trihatma Kusuma Haliman menambahkan,  perseroan tengah mencari tambahan lahan untuk pengembangan proyek perseroan tahun ini.        

Salah satunya adalah proyek hotel di Bali,  yang akan menjadi tumpuan pendapatan perseroan di masa mendatang.   Selain itu,  perseroan juga masih melakukan review terhadap sejumlah lahan di Jakarta,  untuk pengembangan proyek apartemen,  hotel,  perkantoran,  serta pertokoan.          

"Hingga saat ini,  kami telah melakukan empat akuisisi,  diharapkan ada tambahan dua akuisisi lagi di tahun ini, bisa di Jakarta atau di luar Jakarta,  yaitu Bali.   Namun,  itu sangat tergantung kesempatan yang ada," ujarnya.          

Sejauh ini,  lanjut dia,  akuisisi yang telah dilakukan antara lain Green Lake Sunter,  Green Permata Pengumben,  PT Pesona Gerbang Karawang (PGK),  dan lahan seluas 7,8 hektare di Nusa Dua,  Bali.  Keseluruhan nilai akuisisi tersebut menurut dia mencapai Rp 450–500 miliar.       


Anak usaha Agung Podomoro Grup itu membutuhkan setidaknya 10 hektare lahan untuk pembangunan sejumlah proyek baru,  antara lain apartemen,  hotel,  perkantoran,  serta pertokoan.  Adanya tambahan lahan tersebut akan meningkatkan jumlah lahan yang dimiliki menjadi 127 hektare dari 117 hektare saat ini.    

Sementara untuk kebutuhan capex,  menurut dia akan dipenuhi dari hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 2,2 triliun,  yang kini masih menyisakan sebesar Rp 700 miliar dan sebagian kas internal yang saat ini mencapai Rp 1,9 triliun.   Selain itu,  perseroan juga akan mendapat pemasukan berupa pre sale penjualan properti sepanjang tahun ini, yang juga digunakan untuk pendanaan capex.       

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.     
 


SEKTOR PROPERTI LAINNYA :