|
PT Pertamina EP menargetkan dapat mengalirkan gas 50 MMscfd dari Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) pada 2013.
General Manager PPGJ Pertamina EP Dody Sasongko mengatakan saat ini sudah dimulai tahap awal pembangunan Central Processing Plant (CPP) area Gundih PPGJ.
"Selanjutnya, gas tersebut akan dimanfaatkan oleh PLN sebagai bahan bakar PLTG yang berada di wilayah Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah dengan masa kontrak 12 tahun," ujarnya.
Pertamina EP bekerjasama dengan konsorsium PT Inti Karya Persada Teknik dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai pelaksana pembangunan CPP dengan nilai kontrak sekitar US$ 120 juta. Adapun perjanjian kerjasama tersebut baru ditandatangani hari ini di Jakarta.
Produksi gas rencananya akan dialirkan melalui pipa PT Sumber Petrindo Perkasa.
"Pelaksanaan pembangunan CPP akan di lakukan 730 hari terhitung mulai tanggal 1 Juni 2011 sejak perjanjian ditanda tangani. Pertamina EP secara bertahap akan melibatkan tenaga kerja lokal hingga 60% dari total jumlah pekerja yang akan melaksanakan pekerjaan pembangunan tersebut," ujarnya.
Saat ini Pertamina adalah produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik. Pasokan gas Pertamina dialokasikan 34% untuk PGN, 20% untuk industri, 18% untuk industri pupuk, 25% untuk pembangkit listrik dan sisanya untuk kebutuhan kilang Pertamina.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|