LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Agriculture
  Eswindo bangun pabrik baru berkapasitas 1.000 Ton
Keuangan
  Australia beri hibah US$ 60 Juta untuk proyek sanitasi
Oil & gas
  EPC Banyu Urip terhambat
Air transportation
  Mandala datangkan pesawat Ke-7, Airbus A320 berharga Rp 760 Miliar
Properti
  Gelontorkan Rp 109,455 Miliar
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Wed, 01/06/2011
Proyek kelistrikan dimulai
Electricity

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan dimulainya pembangunan sejumlah proyek kelistrikan yang dilaksanakan PT PLN (Persero).  Peresmian tersebut bersamaan dengan peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  Juru Bicara PLN Bambang Dwiyanto mengatakan,  proyek yang dimulai pembangunannya itu di antaranya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).       

PLTA yang diresmikan adalah Peusangan 1 berkapasitas 2x22,5 MW dan Peusangan 2 2x21,5 MW di Takengon,  Aceh.   "Kedua proyek yang ditandatangani pekerjaan sipilnya mulai 18 Maret 2011 akan dikerjakan selama 94 bulan dengan jadwal operasi pada kuartal keempat 2015," kata Bambang.    

Sebagian besar pendanaan proyek yang studinya dilakukan sejak tahun 1970 itu berasal dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai Rp 2,6 triliun.  Sementara,  total biaya proyek diperkirakan sebesar Rp 2,96 triliun.
      

Bambang menerangkan,  PLTA Peusangan akan meningkatkan keandalan pasokan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh melalui sistem 150 kV.   "Dengan masih banyaknya pembangkit berbahan bakar minyak,  maka beroperasinya PLTA ini membuat biaya jadi lebih murah," ujarnya.     

Sementara itu,  untuk proyek PLTS berlokasi di Pulau Miangas,  Sulut dan Pulau Sebatik,  Kaltim.   Proyek PLTS Miangas berbiaya Rp 5,02 miliar yang dananya bersumber dari Anggaran PLN (APLN).   Daya yang dibangkitkan mencapai 85 KW saat beban puncak dengan lama pekerjaan selama tiga bulan.   Penghematan yang didapat dibandingkan memakai BBM sebesar Rp 1,2 miliar per tahun.
     

Selain itu juga diresmikan pembangunan PLTS di Pulau Sebatik,  Kaltim dengan daya 340 kW saat beban puncak.   Pendanaan proyek yang akan dikerjakan selama tiga bulan tersebut bersumber dari APLN senilai Rp 11,33 miliar.   Penghematan yang didapat Rp 0,3 miliar per tahun.     

Kedua proyek tersebut merupakan bagian program PLTS 100 Pulau.  Yakni program terobosan PLN dalam mempercepat rasio elektrifikasi di pulau-pulau yang belum terlistriki atau masih memakai BBM khususnya di Indonesia bagian timur.   "PLN menargetkan pembangunan PLTS di 100 pulau dengan total daya 22 ribu kW saat beban puncak pada tahun 2011," kata Bambang.      

Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.    
 


SEKTOR ELECTRICITY LAINNYA :