|
(Jawa Barat) Kawasan pertambangan pasir besi di Jawa Barat bagian selatan diduga kaya material titanium yang menjadi salah satu bahan pembuat kerangka pesawat terbang dan kapal laut. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Deny Juanda Puradimaja mensinyalir kandungan pasir besi titanium pada sejumlah daerah endapan pasir di muara sungai di Jabar bagian selatan itu bisa mencapai 14% per meter kubik.
"Hasil risetnya ada, tapi kami lupa rinciannya. Kandungan titanium pada pasir besi itu ada yang 4%, 8%, dan 14%," katanya.
Dia menduga usaha pertambangan yang beroperasi di kawasan selatan Jabar itu pun sudah mengeruk kandungan material titanium.
Dia menuturkan harga pasir besi biasa Rp 500.000 per meter kubik. Harga pasir besi titanium mencapai belasan kali lipat dari harga pasir besi biasa.
Oleh karena itu, katanya, perlu pengaturan lebih lanjut terkait usaha pertambangan di kawasan itu. Misalnya izin usaha pertambangan itu ditingkatkan kategorinya dari galian C menjadi A.
Saat ini, katanya, perlu moratorium dulu dengan SK Gubernur bukan dengan penerapan status quo. Jika moratorium itu dihentikan sementara, tambahnya, tetapi jangan terlalu lama sebab dapat merugikan perusahaan. "Perusahaan yang beroperasi di kawasan itu juga perlu memiliki kesadaran lingkungan," katanya.
Dia menilai kawasan pegununan di Jabar bagian selatan memang kaya mineral. Akan tetapi, perlu pengaturan lebih rinci lagi jika memang dibolehkan eksplorasi pada pegunungan di kawasan itu. "Untuk lebih detilnya lagi mungkin perlu penelitian lebih lanjut oleh pakar dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral," ujarnya.
Bagi para pengguna via blackberry, info proyek dan detail tender lainnya dapat dilihat di versi web www.tender-indonesia.com.
|