OTHERS Project & Technology :
 
  Sinogas
  Otta seal
  \
PROJECT & TECHNOLOGY


2020-01-31
Kereta Api Tanah Deli
Seiring dengan kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan lalu lintas otomotir, banyak jalur KA di Tanah Deli yang dihentikan operasinya karena tidak menguntungkan. Akubatnya kini hanya menyisakan jalur KA Belawan-Medan-Rantauprapat (288 km), Tebingtinggi-Siantar (48 km), Kisaran-Tanjungbalai (25 km), Medan-Binjai (22 km) yang masih beroperasi. Selebihnya menjadi jalur mati, kecuali Binjai-Besitang (78,4) yang kini sedang dibangun kembali (reaktivitas).

Ada 4 proyek perkeretaapian di Sumut yang diyakinkan dapat menjadikan perkeretaapian Tanah Deli bangkit kembali, yaitu:

1. Jalur KA Sei Mangke-Kualatanjung
Jalur KA Sei Manke-Kualatanjung sebagai prasarana pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, sekaligus untuk memangkas jarak yang harus ditempuh komoditas ekspor asal Sei Mangke. Kalau komoditas ekspor asal Sei Mangke diangkut dan dikapalkan melalui Pelabuhan Belawan jaraknya 142 km. Kalau diangkut dan dikapalkan melalui pelabuhan Kualatanjung, jaraknya hanya 42 km, sehingga didapatkan nilai tambah (added value) ekspor yang berpotensi meningkatkan daya saing (competitive advantage) komoditas ekspor Sei Mangke.

Bahkan tidak menutup kemungkinan added values yang sama juga terjadi pada aneka komoditas ekspor dari pedalaman Sumut. Sebut saja Crude Palm Oil (CPO) dari Rantauprapat, kalau selama ini dikapalkan melalui Belawan, kemudian dialihkan pengapalannya melalui Kualatanjung, juga ada pemangkasan jarak 100 km. Bukankan ini menjadi added value yang berkonstribusi pada peningkatan daya saing ekspor Sumut?

Tanggal 14 Februari 2019 telah dilakukan uji coba pelayanan terintegrasi dari kereta api ke kapal di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT). Operasi KA Sei Mangke-Kualatanjung secara reguler juga akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Maklum, ada beberapa bagian prasarana KA yang materialnya masih dalam perjalanan.


2. Pembangunan Kembali Jalur KA Binjai-Besitang
Jalur KA Binjai_Besitang merupakan bagian jalur Trans Sumatera yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD). Pada koridor sepanjang 78,4 km ini juga dibangun 7 stasiun, yaitu Kuala Bingai, Stabat, Tanjung Selamat, Tanjung Pura, Gebang, Pangkalan Berandaan dan Besitang, yang progress fisik pembangunannya sudah mencapai 99,5% yang didanai APBN dan 91,89% yang didanai SBSN.

Selain menjadi bagian jalur Trans Sumatera menghubungkan Sumut-NAD, reaktivitas jalur KA Binjai-Besitang juga berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sumut. Hasil perkebunan dan pertanian rakyat yang selama ini diangkut truk ke Belawan dapat dialihkan ke kereta api. Stabat, Tanjung Selamat dan Besitang merupakan basis hasil perkebunan milik PTPN, di sekitarnya juga terdapat sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pengolahan sawit rakyat menjadi Crude Palm Oil (CPO).

Beralihnya angkutan truk ke kereta api dengan tarif yang lebih murah akan memberikan nilia tambah ekspor CPO. Sedangkan mobilitas angkutan CPO melalui jalan raya berkurang, sehingga kepadatan lalulintas sepanjang koridor Besitang-Pangkalan Beranda-Stabat-Medan juga menurun. Hal ini berkosntribusi pada peningkatan kenyamana lalulintas dan menghemat konsumsi BBM serta biaya kerusakan jalan.


3. Jalur Ganda plus Rel Layang Kualanamu-Medan
Untuk mendukung kelancaran operasi KA Bandara Medan-Kualanamu, pemerintah pusat membangun jalur ganda plus rel laya KA Bandara Kualanamu. Meskipun kinerja KA Bandara Kualanamu kurang menguntungkan, bahkan tidak berkonstribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sumut, namun rel layang sepanjang 10,8 km akan berkonstribusi mengurangi kemacetan lalulintas di dalam kota Medan.

Sejak KA Bandara beroperasi 25 Juli 2013, frekuensi perjalanan KA antara Araskabu-Medan semakin tinggi. Ada 40 perjalanan KA Bandara Medan-Kualanamu pp, 8 perjalanan KA Sribilah Medan-Rantauprapat pp, 6 perjalanan KA Puteri Deli Medan Tanjung Balai pp, 2 perjalanan KA Siantar Eksper Medan-Siantar pp, ditambah sekitar belasan KA Barang. Tiap kali akan melintas KA, ada 10 perlintasan jalan dengan rel KA yang menjadi biang kemacetan.

Dengan dibangunnya jalur ganda Kualanamu-Medan plus jalan rel layang dari Km 5+800 ke stasiun Medan, serta 2,8 km ke arah Belawan, juga 1 km ke arah Binjai, manfaat besar yang akan dirasakan masyarakat kota Medan antara lain adalah:

Pertama, kemacetan lalu lintas di dalam kota Medan akan berkurang dengan bebasnya sejumlah perlintasan KA. Sejumlah perlintasan rel KA dengan jalan raya dalam kota Medan akan terbebas dari kemacetan akibat adanya KA yang melintas. Di Utara Stasiun Medan Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Prof H Moh Yamin, di selatan stasiun Medan Jl. PalanG Merah, Jl. Pandu, Jl. Mahkamah, Jl. Thamrin, Jl. AR. Hakim dan Jl. Mandala yang merupakan jalan padat lalu lintas di jantung kota Medan akan bebas dari hambatan lalulintas saat adanya KA yang melintas.

Kedua, berkonstribusi mendukung rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT) oleh Pemko Medan, karena dapat terintegrasi dengan jalur KA Eksisting plus rel layang, yang tidak menutup kemungkinan dalam jangka panjang operasi KA Bandara diintegrasikan dengan operasi KA Perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang-Tanah Karo (Mebidangro). Bahkan sangat dimungkinkan melanjutkan pembangunan jalur KA menghubungkan Pancurbatu-Seribudolok, sehingga menjadi KA Danau Toba.

Ketiga, memacu kebangkitan aneka bisnis properti -antara lain ritel, mall, perumahan, serta pusat pendidikan- bila konsep Transit Oriented Development (TOD) diterapkan. Sejumlah stasiun KA pada koridor Medan-Kualanamu, bahkan Medan-Belawan dan Medan-Binjai dibangun menjadi suatu kawasan bisnis di atas, sekaligus menjadi pendorong kebangkitan angkutan yang otomatis lebih memilih menggunakan KA, shingga okupansi KA juga akan meningkat.


4. Jalur KA Rantauprapat-Kotapinang
Pembangunan jalur rel baru Rantauprapat-Kotapinang (69,8 km) merupakan bagian megaproyek pemerintah Jokowi-JK membangun Trans Sumatera Railways sepanjang 2.151 km. Secara bersamaan kini juga sedang dibangun jalur rel KA dari Duri di provinsi Riau mengarah ke Utara, sehingga pada saatnya nanti tiga provinsi-Aceh, Sumur dar Riau- akan terhubung dengan rel KA, bahkan akan berlanjut ke Jambi, Sumbar, Sumsel dan Lampung.

Jalur ini nantinya akan lebih mendekatkan aksesn pelayanan KA ke sejumlah Pabrik Sawit (PKS) di bagian selatan Provinsi Sumatera Utara, yang selama ini sebagian besar diangkut dengan truk ke Belawan dan Kualatanjung. Adanya pembangunan jalur KA 59,8 km memungkinkan pengalihan mobilitas angkutan CPO dari jalan raya ke KA. Peluang perolehan nilai tambah ekspor CPO bila pengapana (ekspor) dilakukan melalui Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), ada penghemat jarak pengangkutan 100 km.
...

Gallery Album

 
All Rights Reserved © Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com